
Surat perpisahan untuk anabul yang sudah pergi
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Kehilangan kucing atau anjing sering terasa sepi karena orang di sekitar bilang, "Kan cuma hewan." Padahal kamu kehilangan teman yang menunggu di pintu setiap hari. Surat yang baik tidak perlu rapi; cukup sebut namanya, ceritakan kebiasaan kecilnya, dan katakan hal yang belum sempat kamu ucapkan.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Mochi, rumah ini terlalu sunyi sejak kamu pergi. Aku masih sering menoleh ke sudut sofa tempat kamu biasa tidur.”
“Maaf kalau di hari-hari terakhirmu aku sering menangis di depanmu. Aku cuma belum siap kamu pergi.”
“Terima kasih sudah menemaniku dari aku masih kuliah sampai aku punya pekerjaan pertama. Kamu ada di semua masa itu.”
Apa yang bisa ditulis
1. Tulis kebiasaan kecilnya yang paling kamu rindukan, misalnya suara cakarnya di lantai atau caranya meminta makan jam lima pagi.
2. Kalau ada rasa bersalah, seperti terlambat membawanya ke dokter hewan, tulis saja apa adanya, lalu tulis juga bahwa kamu sudah berusaha sebaik yang kamu bisa.
3. Jangan buru-buru menutup dengan kalimat kuat. Boleh berhenti di rasa kehilangan; kamu tidak wajib langsung merasa ikhlas.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apakah wajar menulis surat untuk hewan yang sudah mati?
Sangat wajar. Menulis membantu menaruh perasaan di satu tempat, apalagi kalau orang sekitar kurang paham. Mulai dari satu kenangan, nanti kalimat berikutnya biasanya mengikuti.
Q. Surat ini hanya untuk saya. Apakah bisa dikunci dan dikirim ke diri sendiri?
Bisa. Segel suratmu dengan lilin, pasang kata sandi kalau mau, lalu atur tanggal buka. Surat akan terbuka pukul 00.00 pada hari itu. Link-nya bisa kamu kirim ke WhatsApp sendiri dan dibuka di browser tanpa aplikasi. Menulis, menyegel, dan mengirim gratis.