
Surat terima kasih untuk atasan yang tulus, bukan basa-basi
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Terima kasih kepada atasan sering macet di satu kekhawatiran: takut dikira cari muka atau sedang ada maunya. Surat yang terasa tulus biasanya menyebut satu kejadian nyata, menjelaskan apa yang berubah pada diri Anda sesudahnya, lalu berhenti tanpa meminta apa pun.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Pak Hendra, saya menulis ini karena di hari terakhir nanti pasti serba terburu-buru, dan saya tidak ingin terima kasih saya hanya terucap sambil lalu.”
“Bu Rina, saya masih ingat waktu Ibu mempercayakan presentasi klien itu kepada saya, padahal saya baru tiga bulan bekerja. Sejak itu saya jadi berani mencoba.”
“Pak, proyek kemarin sudah selesai. Saya ingin Bapak tahu bahwa cara Bapak menghadapi revisi terakhir itu yang paling banyak saya pelajari.”
Apa yang bisa ditulis
1. Ceritakan satu momen yang spesifik, misalnya saat Bapak/Ibu membela tim di rapat atau mau meluangkan waktu mengoreksi laporan Anda. Kejadian nyata terdengar lebih jujur daripada pujian umum.
2. Sebutkan apa yang Anda bawa pulang dari momen itu, seperti cara memberi masukan atau cara tetap tenang saat deadline. Bagian ini membuat surat terasa tentang pelajaran, bukan sanjungan.
3. Jangan menyelipkan permintaan di surat yang sama, seperti minta referensi, rekomendasi, atau kenaikan jabatan. Tanpa itu, tidak ada yang bisa menuduh surat Anda punya maksud lain.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Bagaimana menutup surat ke atasan supaya tidak terkesan ada maunya?
Tutup dengan hal sederhana: terima kasih sekali lagi, harapan baik untuk beliau dan tim, atau kabar singkat tentang rencana Anda ke depan. Hindari kalimat yang meminta sesuatu. Kalau perlu minta referensi kerja, lakukan lewat pesan terpisah di lain waktu.
Q. Bisakah surat ini baru terbuka tepat di hari terakhir saya bekerja?
Bisa. Atur tanggal pembukaan, dan surat baru terbuka pada pukul 00.00 di tanggal itu. Surat dikirim sebagai satu link lewat WhatsApp, lalu penerima membukanya di browser tanpa instal aplikasi atau daftar akun. Menulis, menyegel, dan mengirimnya gratis.