
Surat untuk mertua, sopan tapi tetap tulus
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Dengan orang tua sendiri kita bisa bicara apa adanya, tetapi dengan mertua sering ada rasa sungkan: takut terdengar terlalu kaku, atau terlalu akrab. Surat yang baik memakai sapaan yang memang Anda pakai sehari-hari, menyebut satu hal nyata yang Anda ingat, dan tidak berusaha terdengar sempurna.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Bapak, Ibu, setelah lamaran kemarin saya ingin menulis sendiri. Obrolan singkat di ruang tamu rasanya belum cukup untuk bilang betapa saya menghargai sambutan Bapak dan Ibu.”
“Ibu, terima kasih sudah selalu menyiapkan sayur asem kesukaan saya setiap kami pulang. Saya belum pernah bilang bahwa hal sekecil itu membuat saya merasa diterima.”
“Pak, Bu, saya sadar sudah cukup lama kita jarang bicara dengan hangat. Saya ingin memulainya lagi, dan saya minta maaf kalau ada sikap saya yang kurang berkenan.”
Apa yang bisa ditulis
1. Pakai sapaan yang sama seperti saat bicara langsung, entah Bapak dan Ibu, Papa dan Mama, atau sebutan daerah. Jangan tiba-tiba memakai bahasa yang terlalu baku atau panggilan yang belum pernah Anda ucapkan.
2. Sebut satu hal konkret yang pernah mereka lakukan, misalnya membantu saat pindahan, menjenguk saat sakit, atau masakan yang selalu disiapkan. Hindari pujian umum seperti "Bapak dan Ibu orang tua yang hebat".
3. Kalau tujuannya memperbaiki hubungan, akui bagian Anda secukupnya saja. Jangan menyinggung siapa yang salah, jangan menyindir pasangan atau saudara ipar, dan jangan menjanjikan hal besar yang sulit ditepati.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Sebaiknya pakai bahasa formal atau santai untuk surat ke mertua?
Ikuti cara Anda biasa bicara dengan mereka, tetapi dirapikan sedikit. Pakai "saya" dan sapaan hormat, hindari singkatan dan bahasa gaul. Kalau keluarga biasa memakai bahasa daerah, satu atau dua kata sapaan dalam bahasa itu akan terasa hangat.
Q. Mertua saya kurang paham ponsel. Apakah mereka tetap bisa membuka suratnya?
Bisa. Surat dikirim sebagai satu tautan lewat WhatsApp. Mereka cukup menekannya, lalu surat terbuka di browser tanpa memasang aplikasi dan tanpa membuat akun. Menulis, menyegel, dan mengirimnya gratis.