
Surat untuk bayimu, untuk dibaca saat ia besar nanti
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Di bulan-bulan pertama, galeri ponsel penuh foto bayi, tetapi kata-kata dari masa itu cepat menguap karena kita kurang tidur. Anakmu kelak ingin tahu bagaimana rasanya hari ia lahir, jadi tulislah jam, cuaca, dan apa yang kamu bisikkan padanya. Suratmu butuh detail yang nyata dan harapan yang tidak menekan.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Halo, Nak. Kamu lahir hari Selasa pukul 03.40 dini hari, dan hujan baru reda ketika Ayah mengazankanmu.”
“Sekarang kamu tertidur di lengan Bunda, beratmu 3,2 kilo, dan Bunda belum berhenti memandangi jarimu yang kecil.”
“Kalau kamu membaca ini sudah besar, ketahuilah bahwa sebelum kamu bisa bicara pun, kami sudah sangat menyayangimu.”
Apa yang bisa ditulis
1. Tulis detail hari lahirnya: jam, cuaca, siapa yang menemani di ruang bersalin, dan hal lucu yang terjadi. Anakmu hanya bisa tahu dari suratmu.
2. Ceritakan arti namanya dan alasan kalian memilihnya. Anak biasanya penasaran soal ini, dan jawabanmu sebaiknya tertulis.
3. Tuliskan harapan, bukan tuntutan. Hindari menyebut cita-cita atau pekerjaan tertentu, dan pilih kalimat seperti "Kami ingin kamu tumbuh jadi orang yang merasa cukup dicintai."
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apa saja yang sebaiknya ditulis dalam surat untuk bayi baru lahir?
Ceritakan kesan pertamamu saat melihatnya, kisah kelahirannya, alasan di balik namanya, dan hal-hal kecil yang sedang ia lakukan sekarang. Tutup dengan harapanmu untuknya. Kalau ada rasa takut atau lelah yang jujur, tulis juga, karena anakmu kelak akan merasa lebih dekat denganmu.
Q. Bagaimana cara menjaga surat ini tetap tertutup sampai anak saya dewasa?
Tanggal buka bisa dipilih mulai dari besok sampai satu tahun ke depan. Untuk hari yang lebih jauh dari itu, segel suratnya, simpan tautannya di tempat yang mudah kamu temukan lagi, lalu kirim saat harinya tiba. Kalau mau, kamu juga bisa menambahkan kata sandi.