
Cara menutup surat: kalimat terakhir yang terasa seperti kamu
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Isi surat sudah selesai, lalu pulpen berhenti di baris terakhir karena "Salam" saja terasa terlalu kaku dan "Peluk" terasa terlalu akrab. Kalimat penutup adalah bagian yang dibaca paling akhir, jadi biasanya itu yang paling lama diingat. Penutup yang baik cocok dengan cara kamu biasa menyapa orangnya dan meninggalkan satu harapan kecil, bukan sekadar mengulang isi surat.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Sudah dulu ya, Bu. Jaga kesehatan, jangan telat makan, dan jangan lupa istirahat. Peluk jauh dari anakmu yang selalu kangen.”
“Terima kasih sudah mau membaca sampai akhir. Semoga tahun depan kita bisa ngobrol langsung, tidak hanya lewat surat. Salam hangat, Rina.”
“Udah ah, segini dulu. Kabarin kalau sudah kamu baca, ya. Sampai ketemu di Bandung, traktirannya jangan lupa.”
Apa yang bisa ditulis
1. Sesuaikan penutup dengan sapaan di awal surat. Kalau kamu menulis "Bapak" atau "Ibu", pakai "Hormat saya" atau "Salam hormat". Kalau menulis "kamu" atau memakai nama panggilan, "Peluk", "Salam sayang", atau "Sampai ketemu" lebih pas.
2. Tutup dengan satu harapan atau janji yang konkret, misalnya "semoga sehat terus" atau "nanti pas lebaran kita masak bareng". Jangan mengulang isi surat dari awal.
3. Tanda tangani dengan nama yang biasa dipakai orang itu untukmu, seperti "Anakmu, Dina", "Adikmu", atau "Sahabatmu". Pakai "Wassalamualaikum" hanya kalau memang cocok dengan penerimanya, dan pilih satu penutup saja, jangan ditumpuk tiga sekaligus.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apa bedanya "Hormat saya", "Salam hangat", dan "Salam sayang"?
"Hormat saya" dipakai untuk orang yang dituakan atau suasana resmi, misalnya guru, atasan, atau mertua. "Salam hangat" cocok untuk kenalan dan rekan yang dekat tetapi tidak terlalu akrab. "Salam sayang" untuk keluarga, pasangan, dan sahabat dekat. Kalau ragu, pilih yang sedikit lebih sopan dari biasanya.
Q. Bisakah suratku dikunci supaya hanya orang tertentu yang bisa membukanya?
Bisa. Surat disegel dengan lilin segel, dan kamu boleh menambahkan kata sandi. Hanya orang yang kamu beri tahu kata sandinya yang bisa membukanya. Suratnya dikirim sebagai satu tautan lewat WhatsApp atau SMS, dan penerima membukanya di browser tanpa memasang aplikasi atau mendaftar.