
Surat perpisahan untuk rekan kerja yang resign, lebih dari sekadar tanda tangan di kartu
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Kartu perpisahan kantor biasanya penuh tulisan "sukses selalu ya" dari belasan orang, jadi yang paling diingat justru satu-dua kalimat yang jelas ditulis untuk dia seorang. Surat yang baik menyebut satu momen kerja yang nyata, mengatakan apa yang akan kamu rindukan, lalu berhenti sebelum terlalu jauh masuk ke urusan pribadi.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Waktu tahu kamu resign, hal pertama yang terpikir olehku adalah siapa lagi yang akan sabar menjawab pertanyaanku soal laporan bulanan.”
“Terima kasih sudah menemaniku lembur waktu proyek peluncuran kemarin. Tanpa kamu, malam itu pasti terasa jauh lebih panjang.”
“Kantor ini akan terasa beda tanpa kamu. Aku menulis surat ini supaya kamu tahu itu, bukan hanya lewat kartu yang ditandatangani ramai-ramai.”
Apa yang bisa ditulis
1. Sebutkan satu kejadian kerja yang spesifik, misalnya proyek, rapat yang nyaris kacau, atau bantuan kecil yang kamu ingat. Itu yang membuat surat terasa ditulis khusus untuknya.
2. Hindari mengeluh soal perusahaan, atasan, atau rekan lain, dan jangan menebak alasan dia pergi. Fokus saja pada apa yang kamu hargai dari dia.
3. Tutup dengan hal konkret, seperti ajakan ngopi setelah dia keluar atau tanda bahwa kamu akan tetap menghubunginya lewat WhatsApp. Itu lebih jujur daripada janji "jangan lupa kita ya".
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Seberapa panjang surat perpisahan untuk rekan kerja yang ideal?
Empat sampai enam kalimat, atau satu paragraf pendek, sudah cukup. Isinya terima kasih untuk satu hal spesifik, apa yang akan kamu rindukan, dan harapan baik untuk langkah barunya. Surat yang singkat tapi jelas biasanya lebih nyaman dibaca daripada yang panjang dan canggung.
Q. Bisakah surat baru terbuka tepat di hari terakhir dia bekerja?
Bisa. Kamu cukup mengatur tanggal pembukaan, dan surat akan terbuka pukul 00.00 pada hari itu. Tautannya boleh kamu kirim lewat WhatsApp lebih dulu. Dia membukanya di browser tanpa perlu memasang aplikasi atau mendaftar, dan menulis serta mengirimnya gratis.