
Surat untuk tante yang sudah seperti ibu kedua
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Tante sering jadi orang yang tahu cerita yang belum sempat kamu sampaikan ke orang tua, jadi nadanya memang tidak sekaku surat untuk guru dan tidak sedramatis surat untuk ibu. Surat yang pas berisi satu kenangan yang jelas, ucapan terima kasih yang spesifik, dan kabar terbaru tentang dirimu.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Tante, aku kurang pandai mengatakannya langsung, jadi aku menulis surat ini saja.”
“Tante masih ingat waktu aku menginap di rumah Tante dan Tante membuatkan mi rebus tengah malam? Aku belum pernah bilang terima kasih untuk itu.”
“Ada kabar yang ingin aku ceritakan ke Tante lebih dulu sebelum ke yang lain, karena Tante selalu jadi tempat aku bercerita.”
Apa yang bisa ditulis
1. Pilih satu kenangan yang spesifik, misalnya hari Tante menemanimu saat sedih atau uang saku yang diselipkan diam-diam, lalu tulis apa yang kamu rasakan waktu itu.
2. Pakai sapaan yang biasa kamu ucapkan, entah Tante, Bude, Bulik, atau Bibi, dan jangan membanding-bandingkan dengan ibumu. Cukup tulis bahwa Tante punya tempat sendiri di hatimu.
3. Kalau mau membagi kabar, ceritakan singkat lalu tanyakan kabar Tante juga. Akhiri dengan rencana nyata, seperti mampir saat libur atau telepon video akhir pekan ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Pakai "aku" atau "saya" di surat untuk tante?
Ikuti cara bicaramu sehari-hari. Kalau biasanya kamu bilang "aku" pada Tante, pakai saja, asal sapaan "Tante" dan kata-kata yang sopan tetap dijaga. Kalau hubungan kalian lebih formal, "saya" lebih aman.
Q. Bisakah surat ini baru terbuka di hari ulang tahun Tante?
Bisa. Kamu menentukan tanggal buka, dan surat terbuka pukul 00.00 pada hari itu. Suratnya dikirim sebagai satu tautan lewat WhatsApp, dan Tante membukanya di browser tanpa memasang aplikasi atau mendaftar.