
Surat untuk nenek yang jauh, dengan kata-kata yang sederhana
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Nenek biasanya membaca pelan-pelan dan lebih suka cerita kecil yang jelas daripada kalimat yang berbunga-bunga. Surat yang baik untuknya memakai kata sehari-hari, menyebut satu kenangan yang hanya kalian berdua tahu, dan ditulis dengan huruf yang mudah dibaca.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Nenek, apa kabar? Aku kangen masakan Nenek, jadi hari ini aku menulis surat saja.”
“Nek, terima kasih dulu selalu menyelipkan uang jajan ke tanganku sambil pura-pura tidak ada apa-apa. Aku masih ingat senyum Nenek waktu itu.”
“Nenek, aku mau cerita: minggu lalu aku mulai kerja di tempat baru. Aku ingin Nenek jadi salah satu orang pertama yang tahu.”
Apa yang bisa ditulis
1. Pakai kalimat pendek dan kata sehari-hari. Hindari singkatan chat seperti "btw" atau "gpp" dan istilah asing yang bisa membuat Nenek berhenti membaca.
2. Sebut satu kenangan yang spesifik, misalnya teh buatan Nenek di teras sore hari atau lagu yang sering Nenek senandungkan di dapur. Itu lebih menyentuh daripada "Nenek sangat berarti buatku".
3. Pilih tulisan tangan yang besar dan jelas, lalu tutup dengan satu pertanyaan atau janji kecil, seperti "Nanti aku telepon hari Minggu, ya, Nek" atau "Kapan kebun cabainya panen?".
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apa yang sebaiknya ditulis kalau sudah lama tidak menghubungi nenek?
Tidak perlu minta maaf panjang. Cukup satu kalimat jujur, misalnya "Maaf ya, Nek, aku jarang kabar", lalu ceritakan kabarmu, satu kenangan bersamanya, dan rencana untuk bertemu atau menelepon.
Q. Nenek tidak terbiasa memakai ponsel. Apakah masih bisa membuka suratnya?
Bisa. Surat dikirim sebagai satu tautan lewat WhatsApp, dan dibuka di browser tanpa pasang aplikasi atau daftar akun. Kalau Nenek kesulitan, anggota keluarga di rumah bisa membukakan tautannya. Kata sandi hanya perlu dipasang kalau kamu mau.