
Surat putus yang jujur, tanpa harus menyakiti
Ditulis tangan · Disegel lilin · Dikirim lewat satu tautan
Orang yang ingin putus biasanya sudah berkali-kali menyusun kalimat di kepala, tapi yang keluar sering terlalu manis sampai membingungkan, atau terlalu tajam sampai melukai. Surat yang baik menyebut keputusannya dengan jelas di awal, memberi alasan secukupnya, dan tidak menyisakan harapan yang sebenarnya tidak ada.
Gratis · Tanpa daftar · Kirim lewat tautan
Coba mulai seperti ini
“Aku menulis surat ini supaya bisa menyampaikannya dengan tenang, bukan di tengah emosi. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita.”
“Kamu orang baik, dan itu bukan alasan aku pergi. Aku menulis ini supaya kamu tahu alasanku yang sebenarnya.”
“Sudah beberapa bulan aku merasa kita berjalan ke arah yang berbeda, dan aku tidak mau pura-pura baik-baik saja lagi.”
Apa yang bisa ditulis
1. Tulis keputusanmu di paragraf pertama dengan kalimat yang jelas. Kalau baru di tengah surat, dia akan terus berharap sambil membaca.
2. Pakai kalimat dari sisimu, seperti "aku merasa" atau "aku butuh", dan hindari daftar kesalahan dia. Alasan yang jujur tidak perlu menjadi dakwaan.
3. Jangan menulis "semoga kita tetap berteman" atau "mungkin nanti" kalau kamu tidak sungguh-sungguh. Kalimat itu terdengar baik, tapi bisa membuat dia menunggu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apakah putus lewat surat itu pengecut?
Tidak selalu. Surat membantumu memilih kata dengan tenang, dan itu bisa lebih adil daripada bertengkar sambil emosi. Tapi kalau hubungan kalian sudah lama, sebaiknya kamu juga siap bicara langsung kalau dia memintanya, dan jangan menghilang setelah surat terkirim.
Q. Bisakah surat ini hanya dibuka oleh dia?
Bisa. Kamu boleh memasang kata sandi, jadi hanya orang yang kamu beri tahu yang bisa membukanya. Suratmu disegel dengan lilin, dikirim sebagai satu tautan lewat WhatsApp, dan dibuka di browser tanpa pasang aplikasi atau daftar. Menulis, menyegel, dan mengirimnya gratis.